Firman Pra Setia Nugraha, S.St.Pi
23-Apr-2013
Kementerian Kelautan
dan Perikanan sebagai institusi utama yang mengelola kegiatan kelautan dan
perikanan di Indonesia telah menjadikan konsep blue economy sebagai salah satu
kebijakan utama selain dari industrialiasi dan minapolitan. Blue Economy
menjadi salah satu tiga pilar utama pembangunan kelautan dan perikanan, hal
tersebut dikarenakan setiap pilar saling berhubungan satu sama lainnya. Minapolitan sebagai konsep
pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah khusus kegiatan kelautan
dan perikanan, Industrialisasisebagai konsep
optimalisasi usaha dari hulu ke hilir, dan Blue
economy sebagai konsep penambahan nilai ekonomis suatu produk.
Sebagaimana kita
ketahui blue economy merupakan konsep
pengembangan ekonomi berbasis zero
waste dan berkelanjutan yang dikelola secara komprehensif dengan manajemen
berkesinambungan dan pelestarian. Karenanya sangatlah penting penerapan konsep blue
economydalam setiap aspek usaha khususnya di sektor kelautan dan perikanan.
Saat ini paradigma blue
economy menjadi orientasi baru di dalam pembangunan kapasitas sumber daya
manusia dan pembangunan kelautan dan perikanan. Pendidikan dan pelatihan
merupakan kunci bagi keberhasilan pembangunan kelautan dan perikanan secara
berkelanjutan. Pendidikan dan pelatihan tidak hanya mengatasi masalah
kemiskinan dan meningkatkan indeks pembangunan manusia semata, tetapi sangat
strategis bagi konservasi keberlanjutan pembangunan kelautan dan perikanan. Blue
economy yang dikembangkan sebagai subjek pendidikan dan pelatihan akan membuat
generasi muda yang akan mengisi pembangunan kelautan dan perikanan di masa
depan mampu mengembangkan inovasi dan kreativitas serta teknologi yang ramah
lingkungan.
Seiring dengan
kebijakan blue economy, program pengembangan SDM melalui pelatihan juga
diarahkan untuk dapat mengimplementasikan konsep “blue
economy”. Peran pelatihan ini lebih banyak dikembangkan dengan model pelatihan
secara mandiri seperti di P2MKP.
Pusat Pelatihan
Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)
merupakan lembaga pelatihan/permagangan di bidang kelautan dan
perikanan yang dibentuk dan dikelola oleh pelaku utama maju di bidang
kelautan dan perikanan baik perorangan maupun kelompok. P2MKP merupakan wujud
partisipasi dan keswadayaan masyarakat ikut mengembangkan SDM melalui pelatihan
dari, oleh dan untuk masyarakat.
Konsep blue
economy saat ini telah banyak diimplementasikan oleh Pusat Pelatihan Mandiri
Kelautan dan Perikanan (P2MKP) dalam pengembangan usahanya dan“ditularkan” secara tidak
langsung dalam setiap kegiatan pelatihan yang telah berlangsung. Sebagai
contoh di P2MKP Tiga Diva Sidoarjo yang merupakan P2MKP bidang pengolahan hasil
perikanan khususnya berbahan baku ikan bandeng yang telah menerapkan konsep
blue economy sejak lama. Hal tersebut dibuktikan dengan pemanfaatan secara
penuh bahan baku olahannya sehingga setiap bagian dari bahan baku tersebut
dapat dimanfaatkan. Mulai dari daging dan kepala dibuat olahan bandeng tanpa
duri kemudian bagian tulang diolah menjadi abon kalsium, bagian usus dan jeroan
dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Dengan cara tersebut setiap bagian dari bahan
baku yang dipergunakan seluruhnya termanfaatkan dan tentunya menambah nilai ekonomis
bahan baku produk yang digunakan.
Penambahan nilai
ekonomis ini tentunya akan membuka peluang usaha baru dan berbanding lurus
dengan penambahan jumlah lapangan pekerjaan yang dibutuhkan, karena pemanfaatan
sisa bahan baku tersebut membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk mengolahnya
dan tentunya dengan penambahan tenaga kerja tersebut maka akan mengurangi
tingkat pengangguran masyarakat dan otomatis meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Selain itu, seluruh bahan baku yang termanfaatkan tadi tidak akan
menimbulkan limbah sehingga keberlangsungan usaha dan sumberdaya alam bisa
terjamin.
Sebagai informasi saat
ini beberapa P2MKP yang berada di wilayah binaan Balai Pendidikan dan Pelatihan
Perikanan (BPPP) Banyuwangi telah mengembangkan usaha yang dimilikinya berbasis blue
economy baik dalam bidang budidaya maupun pengolahan hasil perikanan. Saat
ini terdapat ±64 P2MKP yang terdapat di wilayah binaan BPPP Banyuwangi dan
lebih dari 40% telah menerapkan konsep blue
economy dalam kegiatan usaha dan pelatihan yang dilaksanakan.
Dengan adanya blue
economy sebagai konsep usaha yang diterapkan oleh para pengusaha di P2MKP
maupun para calon pengusaha yang telah maupun akan mengikuti pelatihan baik di
P2MKP maupun pelatihan yang diadakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan
Perikanan diharapkan dapat mengoptimalkan pembangunan kelautan dan perikanan
yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi sehingga tercipta kesejahteraan
bagi masyarakat.
Referensi : www.kkp.go.id







How you make your titanium auto sales: Easy to sell
BalasHapusAs a car dealer, you can build up to titanium dab nail 100 of your titanium bar stock own cars, titanium flashlight get used to the fact titanium knife that it allows you to sell or sell parts of your surgical steel vs titanium car